Perdebatan Sengit Soal Penyebab Manik

Oleh Tarjum


Ilustrasi: rzero92.blogspot.com


Ketika membuka grup facebook “Solusi Bipolar” yang saya kelola, saya menemukan status seorang member perempuan (LT) seperti ini:

“Percaya ga, hypermanik tuh kita kemasukan jin/ makhluk astral/makhluk halus?”

Status tersebut mendapat komentar dari seorang member perempuan (AL) yang mengangap penyebab hypernanik bukan jin tapi penyebab ilmiah yang bisa dideteksi secara medis. Maka terjadilah komentar saling berbalasan antara si penulis status dengan sang komentator.

Awalnya cuma saling mengemukakan pendapat, tapi makin ke bawah malah jadi perdebatan sengit. Yang diperdebatkan adalah soal penyebab manik pada seorang ODB. Si penulis status tetap bersikukuh, bahwa penyebab hypermanik/manik yang dirasakannya adalah karena kerasukan jin atau mahluk halus.

Berikut sebagian komentar debatnya saya kutif:

AR: Yg km rasa kyknya waham curiga deh

LT: Aku paranormal dan aku ga bohong, Ren. Yang bohong itu oknum. Aku masuk RSJ sebelum ngerti beginian

LT: Bukan curiga, Ren. Aku dah belajar supranatural ampir 6 tahunan tapi baru ngeh sekarang

AR: Hal hal yang berkaitan dengan jin, penampakan, suara suara, itu masuknya waham dan halusinasi tiana, hati hati salah persepsi.

LT: Yang bilang halusinasi itu DOKTER YANG GA BISA LIAT JIN, jangan percaya gitu aja sama dokter, Ren.

AR: Kenyataannya emang begitu, halusinasi pendengaran, halusinasi penglihatan, halusinasi penciuman dan perasaan ada yg ngeraba itu berasa nyata banget buat penderitanya tapi setelah diobati akhirnya sadar kalo itu cuma halusinasi tiana. Buktinya nggk ada tuh yg mati karena dibunuh jin

LT: ADA YANG MATI KARENA KENA GUNA-GUNA, TAPI RATA-RATA LEBIH SUKA NYIKSA DULU, MEREKA LEBIH PUAS.

LT: NYATA KARENA EMANG ADA, DOKTERNYA AJA YG BEGO NYEBUT ITU HALUSINASI. COBA KE DOKTER SEMBUH BRP LAMA?

LT: Rata-rata 2 tahun kan paling ga? Dalam jangka selama itu, yang nyantet kita udah males ma kita

AR: Kayaknya itu cuma di film deh, ato salah persepsi misalnya yg kanker ato tumor akut dibawa ke dukun, dibilangin karena santet padahal sudah bener2 kritis harus diobati jadinya meninggal..
LT: Kalo ruqyah/ ke dukun/ kyai/ smacamnya, sekali juga udah sembuh. Tapi ya itu, bisa dikirin lagi

LT: ITU DI KEHIDUPAN NYATA JUGA, BUKA HATI BUKA MATA BUKA TELINGA.

LT: JANGAN BERPALING DARI KEBENARAN YANG DISAMPAIKAN KALO GA MAU DIADZAB

LT: Gw bilang kaya gini karna gw sayang sama lu, Ren. Kalo ga sayang mah ngapain bilang...

AR: Kayaknya km lg manik tiana, itu waham curiga lagian siapa kita sampe orang mau nyantet. Manik itu siklus bukan kiriman jin. Lebih baik ke psikiater dan minum obat daripada ke paranormal dan dibuat paranoid sama orang orang.

LT: Terserah kamu deh, Ren. Yang penting aku udah bilang. MAU PERCAYA GA PERCAYA GA URUS.

Itulah ujung dari perdebatan dua orang member Grup Solusi Bipolar. Masing-masing bersikukuh dengan pendapatnya sendiri dan terkesan memaksakan pendapatnya kepada teman chatnya.

Karena tak ingin membiarkan perdebatan tersebut semakin sengit, saya coba menengahi kedua member tersebut dengan menulis komentar yang saya pikir tak memihak ke salah satu pihak. Ini dia komentar saya:

Dua-duanya benar, tapi dari sudut pandang yang berbeda. LT, benar bahwa hal-hal gaib itu memang ada. Benar juga bahwa ada orang yang disantet karena iri atau sakit hati. Benar juga ada orang yang mengalami gangguan jiwa karena mahluk gaib. Tapi tidak bisa digeneralisir bahwa setiap yang mengalami gangguan jiwa atau face hypernanik/manik dalam contoh kasus ini disebabkan oleh hal-hal gaib seperti jin, mahluk halus dan sejenisnya.

Seperti yang saya alami, gangguan bipolar saya bukan karena hal gaib tapi memang karena gangguan psikis. Salah satu penyebabnya mungkin karena ketidak-seimbangan biokimiawi dalam otak, walaupun hal ini belum bisa dibuktikan secara medis.

AR, juga benar, bahwa sebaiknya orang yang mengalami gangguan jiwa dibawa ke psikiater dan ditangani secara medis. Dan dari pengalaman saya pribadi juga teman-teman bipolar dan skizo yang lain--yang pernah juga ditangani paranormal dan kyai--ternyata lebih efektif penanganan secara medis. Tapi, memang ada juga pengecualian yang pulih setelah ditangani secara non medis.

Jadi gak usah diperdebatkan, LT dan AR punya keyakinan dan argumentasi masing-masing. Mengemukakan pendapat boleh tapi jangan memaksakan pendapat kita kepada orang lian, Hargai pendapat orang lain dan jadikan khasanah untuk memperkaya pemahaman kita.

    





Bookmark and Promote!

0 komentar:

Posting Komentar

Silakan sampaikan pendapat anda di komentar.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ebook "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Jika orang yang anda cintai mengalami Gangguan Bipolar, Apa yang sebaiknya anda lakukan?

Ebook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar.



Buku "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"
Psikomemoar Seorang Bipolar

Buku ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan problem psikis yang tidak saya fahami. Yang membuat saya terus bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya justru baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya bisa melepaskan diri dari belenggunya.

Buku ini bukan hanya bercerita tentang pengalaman psikologis, tapi tentang perjuangan seorang anak petani untuk mewujudkan impiannya, Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah.

Sinopsisnya silakan baca di sini.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code