Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Dialog Kritis tentang Solusi Penanganan Ganngguan Bipolar

Dialog ini tak direncanakan, terjadi spontan di blog Solusibipolar.com, antara saya dan seorang pengunjung blog (Anonim).

Kami tidak saling mengenal sebelumnya dan sampai sekarang pun saya belum mengenal siapa dia sebenarnya.

Dialog ini tidak terjadi dalam satu waktu, tapi dalam kurun waktu tertentu. Sang Anonim menulis komentar untuk beberapa artikel blog Solusibipolar.com dan saya membalas komentar tersebut.

Komentar-komentarnya sangat kritis. Kami saling mengemukakan pendapat masing-masing. Kadang kami berbeda pendapat, namun tetap saling menghargai.

Dari komentar-komentarnya yang mendalam dan kritis kadang kontroversial, sepertinya dia memiliki pengetahuan dan pemahaman luas tentang kesehatan jiwa dan psikiatri.

Berikut dialong saya dengan sang Anonim. Saya sertakan pula judul dan link artikel yang kami berdua komentari.


Artikel : Selamat Datang di Blog Solusi Bipolar

Anonim :


Saya sangat tertarik dengan semangat Pak Tarjum. Tetapi dengan mengikuti jejak aliran psikiatri biologi dunia yang mendefinisikan prilaku manusia menjadi sebuah istilah gangguan medik-biologi yang diantaranya BIPOLAR, maka anda secara otomatis berkampanye mendukungnya. Padahal itu tak lebih hanya sebuah aliran seperti partai politik, yang tak ada dasar ilmiyah yang diakui secara sains seperti bidang medis lainnya.

Perkembangan terakhir aliran ini yang di kitabi dengan buku DSM IV dan DSM V, tak lebih sebagai legitimasi kepentingan komersial profesi dan bisnis obat yang experimental era kapitalistis.

Anda akan sangat tercengang ternyata bisnis obat psikiatri menduduki rangking tertinggi dari semua bisnis obat dunia. Setelah ditilik oleh FDA dan para praktisi lapangan ternyata begitu banyak terjadi OVERUSE obat-obat ini termasuk golongan antipsikotik yang pernah anda memakainnya.

Anda bisa belajar pengalaman Inggris, di sana begitu ketat tidak seperti di negara kita.

Selamat, lain kali akan saya sambung, semoga kita bisa belajar dari pengalaman pahit negeri lain.


Tarjum :

Komentar tercepat di blog Solusi Bipolar! Hanya 17 menit setelah dipublikasikan :)

Komentar yang spontan namun mendalam. Terima kasih atas kritik (membangun) dan masukannya. Saya ingin berdiskusi lebih mendalam tentang bipolar dengan anda. Saya harap anda bisa menghubungi saya via email atau kontak saya yang lain.

Anonim, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya :)

Anonim :

Salah satu solusi yang kami tak pernah menganjurkan:
http://www.bonkersinstitute.org/simplebipolar.html


Tarjum :

Anonim, Solusi tak dianjurkan yang anda maksud yang di bonkersinstitute.com? Mohon dijelaskan mengapa? Dan solusi yang anda anjurkan seperti apa?

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya di blog ini..:)

Anonim tak membalas komentar ini lebih lanjut.


Artikel : Apa yang Bisa ODB Pelajari dari Pendekar Kungfu Shaolin?

Anonim :

Suatu pilihan therapy yang bisa dipercaya baik bagi yang sudah ODB serta pencegahannya, pilihan yang baik ditengah kontroversi pengetahuan tentang psiko-otak (psikiatri) yang sampai saat ini sangat-sangat sedikit.

Tarjum :

Saya hanya mencoba memberi alternatif solusi (non medis) penanganan gangguan bipolar dari beberapa alternatif terapi yang ada. Apa yang saya sampaikan berdasarkan pengalaman dan pemahaman saya tentang bipolar.

Alternatif solusi yang saya sampaikan belum tentu cocok untuk semua orang, tapi paling tidak bisa menjadi pilihan untuk dicoba. Mudah-mudahan bisa membantu.. :)


Artikel : Untuk Apa Saya Berbagi Pengalaman dan Pemahaman Bipolar

Anonim :

Saya kira janganlah membesarkan pengistilahan BIPOLAR, anda tidak akan mengerti batas-batas istilah diagnosis ini dengan jelas. Semua akan dibuat kabur, pengistilahan ini tak lebih hanya sebuah ideologi barat (Amerika dalam buku manual psikiatrinya) yang tak lebih hanya sarana bisnis jahat tak bertanggung jawab dari para pelaku profesi dan pabrik obat.

Anda akan tercengang ketika melihat betapa mereka tak mau mendiagnosa sakit perubahan otak akibat obat (iatrogenesis), semua para profesi itu hanya selalu menyalahkan dan menyalahkan si penderita, yang pada akhirnya tetap akan terus dan terus meminum obat resepnya, padahal obat itu dalam selubung BERBAHAYA.

Seorang profesor psikiatri senior Indonesia yang telah meninggal beberapa bulan lalu, pernah bilang dalam tulisannya: "Selama ini coba hitung berapa prosentase pasien yang berhasil disembuhkan dan berapa yang gagal?, Kita janganlah ikut-ikutan dengan proyek orang lain, yang dibutuhkan sekarang adalah mencari cara dan obat yang bisa menyembuhkan pasien. Kenyataanya hingga sekarang orang yang demensia ya tetep demensia, yang psikotik ya tetep psikotik, yang depresi ya tetep depresi, ini tanggung jawab kita..." kurang lebih begitu isinya.


Tarjum :

Terima kasih atas apresiasi kritisnya untuk artikel ini. Saya tak bermaksud membesarkan pengistilahan bipolar. Tapi inilah salah satu istilah yang sekarang digunakan untuk mendefinisikan gangguan mood, sehingga kita bisa saling memahami dan mengidentfikasi satu sama lain.

Jika menurut anda istilah "Bipolar" ini hanya digunakan untuk kepentingan kelompok tertentu, istilah apa yang sebaiknya digunakan?

Jika obat/pengobatan yang selama ini digunakan hanya menguntungkan produsen obat, obat dan metode pengobatan seperti apa yang paling tepat untuk mengatasi gangguan mood tersebut?

Anonim :

Pak Tarjum, tentu sudah melewati pengalaman menyandang kejiwaan yang sementara diistilahkan bipolar, apakah sampeyan merasakan hal yang baik selama sampeyan dalam proses penyembuhan yang menurut sampeyan tanpa obat? Coba terangkan pada publik.

Dan apakah sampeyan juga mengalami penyembuhan dengan bantuan obat resep dari psikiater? Setahu saya sampeyan belum pernah khan? Cobalah tanyakan ‘n klo perlu isi artikel ini dengan orang-orang yang mengalami pengobatan dengan psikotropika resep.


Tarjum :

Sobat Anonim, Soal pengalaman terapi alamiah penanganan bipolar, sebenarnya sudah saya tulis di beberapa artikel di blog curhatkita, ini salah satu artikelnya: Terapi Alamiah Penanggulangan Manic Depresif.

Sudah dibahas juga di buku psikomemoar saya "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah".

Dibahas lebih mendalam di ebook "Berdamai dengan Bipolar" (Sudah rilis 2 Januari 2012).

Saya senang sekali jika anda berkenan membaca artikel-artikel tentang bipolar di blog ini, blog Curhatkita, buku psikomemoar bipolar dan di ebook saya.

Dari tulisan-tulisan saya itu mungkin anda bisa menemukan 'benang merah' pemahaman dan pemikiran saya tentang penanganan bipolar dan gangguan kejiwaan secara umum.

Saya tunggu apresiasi anda selanjutnya :)


Artikel : Stigma Negatif Penderita Gangguan Jiwa

Tarjum :

Stigma negatif gangguan jiwa masih melekat kuat di masyarakat kita sampai saat ini. Perlu usaha keras dan kerjasama semua pihak untuk mengikis stigma negatif ini.

Anonim :

Apakah ODS dan ODB bukan stigma??, lambat laun tetep sama saja artinya dengan gila, tak waras, miring dsb… ODS ODB ds… itu bikinan siapa? Dan untuk apa? Dan bagaimana cara solusinya? Tentu harus nurut dengan yang membuat istilah stigmatis tersebut.

Anonim :

Kita tak sadar bahwa 'OTAK' adalah ladang bisnis yang sangat menggiurkan bagi siapa saja yang mencoba mengulasnya meski seringkali berbau celaka-berbahaya dan menyesatkan. Kenapa?

Karena hingga saat ini semua pengetahuan manusia tentang OTAK masih mendekati angka NOL besar..., terutama psikiatri dan psikofarmaka.. Pengetahuan yang masih mendekati NOL itu apakah bisa dipertanggungjawabkan?? Emmm sama sekali tidak...


Tarjum :

Makasih atas komentar kritis dan masukannya. Saya hargai pendapat anda. Sepertinya anda seorang aktivitis atau profesional kesehatan jiwa. Jadi apa menurut anda solusi terbaik untuk penanganan gangguan jiwa, khususnya bipolar? Bagaimana pula sebaiknya kita menyebut atau mendefinisikan ODB, ODS, ODMK agar tidak menstigma?

Anonim :

Pak Tarjum, soal solusi janganlah dipaksakan ditengah minimnya pengetahuan tentang OTAK/kejiwaan manusia. Karena kita mesti sadar bahwa pengetahuan yang masih dalam taraf awal/prematur sangatlah tidak etis diterapkan dalam praktik medis secara luas utamanya psikofarmaka.

Otak adalah organ yang sangat fantastis, 1 milyar sel neuron dengan 100 milyar sambungan dendrites. Membayangkannya ibarat seluruh pohon dan akarnya di seluruh hutan amazon. Ia organ yang mempunyai kemampuan adaptasi yang menakjubkan.

Sadarkah kita bila lingkungan dingin kita kedinginan. Siapakah organ yang bertanggungjawab untuk mengatasinya?? Jawabnya Otak. Itu contoh kecil. Lalu bicara kemampuan dan kecerdasan manusia yang semakin hebat dari manakah didapat?? Dari lingkungan, yakni dengan cara belajar dan latihan…bukan dengan “obat cerdas” ya khan pak?? Wal hasil manusia berubah menjadi lebih baik sudah menjadi sunnatullah harus melewati proses panjang melalui interaksi dengan LINGKUNGANnya.

Semoga ini menjadi pencerahan kita semua dan menjauhkan kesombongan kita dimata kekuasaan Tuhan.


Itulah dialog kritis saya dengan sang Anonim.

Bagaimana pendapat anda tentang materi dialog di atas. Saya mengundang anda sekalian untuk ikut urun rembug mencari solusi terbaik penanganan bipolar dan gangguan kejiwaan pada umumnya. Silakan sampaikan pendapat anda di komentar.

Tarjum adalah pendiri dan editor solusibipolar.com, Curhatkita, Forum Curhat, Grup Facebook Teman Curhat dan Solusi Bipolar. Penulis buku "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah". Anda bisa kenal lebih dekat dengan Tarjum di sini. Ikuti Tarjum di Facebook, Twitter, Google+ dan LingkedIn.

    




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Ebook "Berdamai Dengan Bipolar"

Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?
Bagaimana menanggapi sikap negatif orang-orang di sekitar anda?
Jika orang yang anda cintai mengalami Gangguan Bipolar, Apa yang sebaiknya anda lakukan?

Ebook ini memberi jawaban dan solusi alternatif penanganan Bipolar.



Buku "Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah"
Psikomemoar Seorang Bipolar

Buku ini bercerita tentang pergumulan saya selama bertahun-tahun dengan problem psikis yang tidak saya fahami. Yang membuat saya terus bertanya-tanya, “Apa yang terjadi dengan diri saya? Penyakit apa yang saya alami? Bagaimana cara mengatasinya?” Ironisnya, saya justru baru tahu apa yang terjadi dengan diri saya, 8 tahun setelah saya bisa melepaskan diri dari belenggunya.

Buku ini bukan hanya bercerita tentang pengalaman psikologis, tapi tentang perjuangan seorang anak petani untuk mewujudkan impiannya, Mengubah Mimpi Buruk Menjadi Mimpi Indah.

Sinopsisnya silakan baca di sini.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hostgator Discount Code