Seorang wanita (sebut saja Siska), menanyakan beberapa hal terkait gangguan bipolar yang dialaminya.Berikut pertanyaanya :
Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan Pak Tarjum, apakah bipolar mempengaruhi kecerdasan berpikir dan kemampuan berkonsentrasi ya pak, soalnya sebelum saya menderita bipolar saya tergolong cerdas dan kemampuan konsentrasi serta memori saya cukup kuat, namun sekarang ini saya merasa sangat lamban berpikir sulit konsentrasi dan mudah sekali lupa pada hal-hal yang saya pelajari...
Ini mempengaruhi kinerja saya sehari-hari apalagi di tempat saya bekerja,...saya sepertinya kurang cakap dalam menalar sesuatu apalagi sesuatu yang baru yang harus saya pelajari di perusahaan...ini membuat saya tertekan.
Saya juga sudah mendengar audio wawancara tersebut pak (audio wawancara saya dengan RNW), saya memang tidak terbuka mengenai bipolar kepada teman-teman di kantor karena saya takut ini akan mempengaruhi penilaian atasan terhadap saya, alias saya takut dikeluarkan dari pekerjaan saya karena dianggap menderita kejiwaan, sedangkan saya butuh mencari nafkah untuk diri saya dan untuk membantu keluarga saya. Bagaimana menurut Bapak?
Terimakasih atas jawabannya.
Jawaban saya untuk Siska via email :
Soal apakah bipolar mempengaruhi kecerdasan berpikir dan kemampuan konsentrasi, saya belum pernah membaca lebih jauh tentang hal ini. Mungkin hal ini masih diteliti lebih lanjut oleh para pakar di bidangnya. Anda bisa konsultasi dengan psikiater anda mengenai hal ini.
Dulu, saya pun sempat berpikir seperti anda, “Jangan-jangan kecerdasan saya menurun!”
Berdasarkan pengalaman saya lebih dari 5 tahun menderita bipolar, bipolar tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan saya. Kalau dikatakan bahwa bipolar mempengaruhi kecerdasan, saya pikir terlalu berlebihan. Karena otak adalah organ tubuh yang sangat luar biasa komplek dan rumit yang diciptakan Tuhan.
Sampai saat ini para ahli belum bisa mengungkap lebih jauh tentang misteri otak manusia ini.
Kalau anda merasa kecerdasan dan kemampuan konsentrasi anda menurun itu hanya pikiran negatif terhadap diri-sendiri. Anda tersugesti dengan keyakinan anda bahwa kecerdasan anda menurun dan itu mempengaruhi kepercayaan diri anda dalam bekerja dan bersosialisasi di lingkungan kerja anda.
Memang ada dampak negatif dari bipolar yang anda alami terhadap kemampuan berpikir, berkomunikasi, bersosialisasi, berkonsentrasi, menganalisa dan menjalani tugas-tugas kerja anda. Tapi itu sifatnya sementara, bisa diperbaiki dan ditingkatkan seiring pemulihan kondisi psikis anda.
Kecerdasan bukan hanya diukur dengan IQ atau kecerdasan intelegency, ada kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual, kecerdasan linguistik dan jenis kecerdasan lainnya.
Salah satu efek negatif dari gangguan bipolar yang saya alami adalah kemampuan komunikasi verbal. Saya pernah gagap bicara dan ini membuat saya sangat rendah diri. Kondisi ini membuat saya malu untuk ikut berbicara dalam obrolan dengan teman-teman sebaya di lingkungan pergaulan maupun di tempat kerja.
Namun saya bertekad, untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan komunikasi saya. Saya mencoba untuk nimbrung dalam obrolan dengan teman-teman walaupun ucapan saya kadang gagap dan terbata-bata. Saya berusaha mengatasi rasa malu dan rendah diri dengan lebih banyak bergaul dan berkomunikasi. Hasilnya, secara bertahap saya bisa mengatasi rasa rendah diri saya, kemampuan berbicara saya pun semakin baik.
Soal membuka diri kepada rekan kerja tentang gangguan bipolar anda, kalau memang anda belum siap dan sikon di tempat kerja belum memungkinkan, jangan dipaksakan. Anda bisa membuka diri secara bertahap sesuai kondisi psikis dan kesiapan mental anda.
Penilaian atasan bukan berdasarkan pada apakah anda pernah mengalami gangguan bipolar atau gangguan jiwa lainnya, tapi berdasarkan kinerja anda. Yang terpenting, tunjukan kualitas diri dan kemampuan anda manjalankan tugas-tugas kerja anda. Terus belajar dan berlatih untuk meningkatkan kemampuan anda di segala bidang. Tunjukan kemampuan terbaik, prestasi kerja dan keunggulan anda dibanding karyawan lain.
Jika kualitas kerja anda memang unggul, saya yakin atasan anda tak akan peduli apakah anda bipolar atau tidak. Rekan kerja dan atasan anda akan menghargai prestasi kerja anda.
Orang yang sehat secara fisik dan mental pun jika kualitas kerjanya jelek, perusahaan manapun tak akan mau mempekerjakannya. Jadi, yang terpenting kulitas diri dan kinerja anda. Dan semua itu bisa dipelajari, diperbaiki dan ditingkatkan.
Anda punya pendapat lain tentang pengaruh gangguan bipolar terhadap tingkat kecerdasan? Silakan sampaikan di komentar.


Bagaimana mengenali dan mengatasi Gangguan Bipolar?



